Paralayang jaman dahulu

 


Paralayang masuk ke Indonesia sekitar tahun 1988, dimulai saat fotografer Prancis mengirim parasut ke Lody Korua, yang kemudian dipelajari secara otodidak oleh Dudy Arief Wahyudi dan Gendon Subandono, lalu berkembang menjadi olahraga terorganisir dengan pembentukan PPI pada 1993 dan menjadi bagian dari FASI (Federasi Aerosport Indonesia) pada 1994, serta mulai populer sebagai olahraga prestasi dan wisata sejak tahun 2000-an. 


Awal mula (1988-1993)

1988: Seorang fotografer Prancis mengirim parasut paralayang ke Lody Korua. Parasut tersebut dipinjamkan ke Dudy Arief Wahyudi, yang mempelajarinya bersama Gendon Subandono, menjadi cikal bakal paralayang di Indonesia, awalnya dikenal sebagai "terjun gunung".

1993: Istilah "paralayang" diperkenalkan pada Eksebisi Gantolle dan Terjun Gunung di Garut. Pada akhir tahun ini, Persatuan Paralayang Indonesia (PPI) dibentuk, menjadi organisasi paralayang pertama di Indonesia. 


Perkembangan (1994-2000)

1994: Paralayang ditetapkan sebagai olahraga binaan FASI (Federasi Aerosport Indonesia).

1995: Kejuaraan nasional pertama diadakan di Wonogiri dan Kemuning.

1996: Pusat Layang Gantung Indonesia (PLGI) dibentuk.

2000: Paralayang menjadi bagian dari PON di Batu, Malang, menandai lonjakan prestasi dan popularitasnya. 


Era Modern (2000-an hingga sekarang)

Wisata dan Prestasi: Paralayang semakin populer sebagai wisata petualangan dan olahraga, dengan banyak spot terbang bermunculan di berbagai daerah.

Prestasi Internasional: Atlet-atlet Indonesia meraih medali di ajang seperti Asian Beach Games (2008) dan SEA Games (2011).

Pengembangan Lokal: Pemerintah daerah seperti Gorontalo Utara mulai mengembangkan paralayang sebagai atraksi wisata unggulan. 


Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Parasut Paralayang

Masuknya Paralayang ke Indonesia

Atlet Paralayang Internasional dan Prestasi Gemilang di Dunia Terbang